Laravel merupakah satu framework PHP yang populer yang dikembangkan oleh Taylor Otwell,Laravel merupakan proyek open source untuk mengembangkan aplikasi berbasis web dengan arsitektur MVC (Model – View – Controller). Beberapa fitur yang tersedia pada Laravel :
Eloquent ORM (Object-Relational Mapping): Memudahkan interaksi dengan database menggunakan sintaks PHP yang intuitif. Anda dapat mendefinisikan model untuk setiap tabel database dan melakukan operasi CRUD (Create, Read, Update, Delete) dengan mudah. Eloquent juga mendukung relasi antar tabel (one-to-one, one-to-many, many-to-many).
Blade Templating Engine: Sistem templating yang sederhana namun powerful, memungkinkan Anda menggunakan sintaks PHP dalam template HTML dengan cara yang bersih dan aman. Blade menyediakan direktif-direktif seperti @if, @foreach, @extends, @yield, dan komponen untuk membuat tampilan dinamis.
Artisan Console: Command-line interface (CLI) yang disertakan dengan Laravel. Artisan menyediakan banyak perintah berguna untuk otomatisasi tugas-tugas umum seperti membuat model, migration, controller, seeder, menjalankan pengujian, membersihkan cache, dan banyak lagi.
Routing: Sistem perutean yang fleksibel memungkinkan Anda mendefinisikan URL aplikasi Anda dan mengaitkannya dengan controller atau closure functions. Laravel mendukung berbagai jenis rute dan middleware untuk mengontrol akses.
Form Request Validation: Memudahkan proses validasi data yang dikirim melalui form. Anda dapat membuat kelas Form Request khusus dengan aturan validasi yang jelas dan Laravel akan secara otomatis menangani proses validasi dan menampilkan pesan kesalahan.
Security: Laravel dibangun dengan mempertimbangkan keamanan. Beberapa fitur keamanan bawaan meliputi proteksi terhadap CSRF (Cross-Site Request Forgery), XSS (Cross-Site Scripting), dan SQL injection.
Authentication & Authorization: Menyediakan sistem otentikasi (login, registrasi, lupa kata sandi) dan otorisasi (hak akses pengguna) yang mudah diimplementasikan. Laravel Breeze dan Jetstream menyediakan scaffolding UI untuk fitur-fitur ini.
Testing: Dukungan bawaan untuk berbagai jenis pengujian, termasuk unit testing, integration testing, dan end-to-end testing. Laravel menyediakan helper functions dan assertion methods untuk memudahkan penulisan tes.
Queues: Sistem antrian yang memungkinkan Anda menunda tugas-tugas yang memakan waktu (seperti pengiriman email atau pemrosesan data) dan menjalankannya di latar belakang. Ini meningkatkan responsivitas aplikasi Anda.
Caching: Mendukung berbagai sistem caching (seperti Redis, Memcached, file) untuk meningkatkan performa aplikasi dengan menyimpan data yang sering diakses dalam memori.
Events & Listeners: Implementasi dari pola Observer, memungkinkan Anda membuat event dan listener untuk menjalankan kode tertentu ketika event tersebut terjadi dalam aplikasi Anda.
Notifications: Memudahkan pengiriman notifikasi ke berbagai saluran, seperti email, SMS, database, atau layanan pihak ketiga.
Broadcasting: Memungkinkan Anda melakukan siaran event secara real-time melalui WebSockets. Ini berguna untuk fitur seperti live chat atau notifikasi real-time.
Task Scheduling: Memungkinkan Anda menjadwalkan tugas-tugas cron menggunakan sintaks yang ekspresif dalam kode PHP Anda.
Passport (OAuth2 Server): Paket resmi untuk mengimplementasikan otentikasi OAuth2, memungkinkan aplikasi Anda menjadi penyedia otentikasi untuk aplikasi lain.
Sanctum (API Authentication): Paket ringan untuk mengimplementasikan sistem otentikasi berbasis token untuk Single-Page Applications (SPAs), mobile applications, dan simple APIs.
Socialite (Social Authentication): Memudahkan integrasi otentikasi dengan berbagai penyedia layanan OAuth seperti Facebook, Twitter, Google, dan lainnya.
Filesystem: Abstraksi untuk berinteraksi dengan berbagai sistem penyimpanan file, baik lokal maupun cloud (seperti Amazon S3 atau Google Cloud Storage).
Mail: Memudahkan pengiriman email dengan dukungan untuk berbagai driver seperti SMTP, Mailgun, dan Amazon SES.
Pusher (Realtime Services): Integrasi mudah dengan layanan Pusher untuk menambahkan fitur realtime ke aplikasi Anda.
Localization: Memudahkan pembuatan aplikasi multibahasa dengan fitur untuk mengelola terjemahan.
Packages: Ekosistem paket yang kaya dan berkembang pesat melalui Composer, memungkinkan Anda dengan mudah menambahkan fungsionalitas tambahan ke aplikasi Anda.
A. Instalasi Kebutuhan Laravel
Pertama, install aplikasi XAMPP di https://www.apachefriends.org/index.html. Jika sudah terinstall, kita bisa mengecek PHP yang sudah terinstall dari XAMPP dengan menulis command berikut di terminal / command prompt:
php --version
Kemudian, install Composer di https://getcomposer.org/Composer-Setup.exe. Composer merupakan package manager untuk PHP, composer akan digunakan untuk menambahkan package-package yang dibutuhkan pada saat development. Install sesuai ketentuan langkah wizard setup yang diberikan. Setelah instalasi, kita bisa mengecek Composer yang telah terinstall dengan menulis command berikut di terminal / command prompt:
composer --version
Setelah itu, install Git di https://git-scm.com/downloads/win. Install sesuai ketentuan langkah wizard setup yang diberikan. Setelah instalasi, kita bisa mengecek Git yang telah terinstall dengan command:
git --version
Kemudian, install node.js dan npm di https://nodejs.org/. Node JS pada Laravel berfungsi untuk menangani masalah frontedn dan build asset UI (Library UI). Install sesuai ketentuan langkah wizard setup yang diberikan. Setelah instalasi, kita bisa mengecek Git yang telah terinstall dengan command:
node --version
npm version
Setelah melakukan instalasi, kita perlu mengecek apakah spesifikasi sistem kita sesuai dengan ketentuan laravel. Gunakan file berikut untuk mengecek spesifikasi. Anda bisa mendownload file tersebut disini.
B. Membuat Project Laravel
Ada dua cara untuk membuat project laravel, yaitu menggunakan installer dan composer.
Laravel Installer
Download installer Laravel menggunakan composer, caranya ketik perintah berikut pada terminal
pastikan bagian [versi] diisi dengan versi Laravel yang akan digunakan untuk project
Setelah folder project berhasil dibuat, masuk ke direktori project dengan menjalankan cd nama-project, lalu jalankan perintah php artisan serve untuk menjalankan project tersebut di server lokal
Pegi ke alamat yang diberikan terminal, hasilnya akan seperti ini
Kemudian, kita akan mengetes Routing dari laravel. Caranya dengan pergi ke routes.web.php dan tambahkan kode berikut: